recent

Jatuh Bangun Dunia Bisnis


Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang pernah merasakan jatuh bangun dalam dunia bisnis bersama suami, saat itu kami punya home industri di bidang makanan yaitu membuat aneka brownies. Sebenarnya setelah gulungtikar itu saya tidak kapok untuk berbisnis, saya masih penasaran untuk menggali bisnis apa yang cocok untuk kami garap hingga mampu bertahan.

Sebenarnya keinginan kami untuk berbisnis itu semata-mata tidak hanya ingin mencari keuntungan saja, passion kami yang paling besar adalah ingin membuka lahan pekerjaan untuk tetangga yang kebanyakan background pendidikannya tidak mumpuni untuk bekerja pada perusahaan, selain itu saya juga ingin menumbuhkan kreatifitas mereka agar tidak melulu tergantung pada perusahaan hingga pendidikan saat ini berfokus hanya untuk pekerjaan bukan sebagai kewajiban untuk menuntut ilmu. Tapi sayangnya usaha yang saya jalani ini tak berjalan lama bahkan kami sempat jatuh tersungkur pada situasi yang menyedihkan hingga mengalami kebangkrutan yang menyebabkan krisis yang luar biasa. Tentu saja banyak pelajaran berharga dari kejadian ini, saya dan suami pun mulai memikirkan faktor-faktor penyebab bisnis kami yang jatuh. Memang sih saya bukan ahli dalam bidang akuntansi atau pun management bisnis tapi saya mendapatkan hikmah dari keterpurukan usaha saya kemarin dan membuat saya kini menjadi lebih hati-hati.

Dan point-point yang menjadi pelajaran berharga itu adalah:
  1. Management keuangan
    Tentu saja keuangan adalah hal sensitif dalam menjalani bisnis terutama tentang bagaimana kita memanage nya. Saat itu saya berbisnis yang bermula dari uang gaji suami. Menyisihkan 70% pendapatan saat itu sebagai modal sendiri seharusnya ini di manage dan dimanfaatkan agar berkembang. Saat itu kami belum memikirkan bahwa belanja itu terdiri dari dua kategori yaitu belanja peralatan yang kami perhitungkan cukup besar dari pada belanja bahan baku, kasarnya setelah belanja ini modal tidak akan kembali dalam bentuk nominal dan ini berarti modal mati. Dan yang kedua adalah belanja bahan baku, disinilah sebenarnya modal yang harus dikembangkan untuk menutupi modal peralatan tadi
  2. Pembukuan
    Ternyata merinci setiap pengeluaran dalam pembukuan adalah hal yang paling penting meski yang mengelola keuangan kami sendiri tetap saja semua itu harus diinput dalam sebuah catatan agar kami tidak lupa biaya yang kami keluarkan baik itu saat belanja menuju tahap produksi, packaging hingga pemasukan penjualan belum lagi pengeluaran untuk menggaji para pegawai. Manfaat lain dari pembukuan itu sebenarnya kita jadi bisa mengontrol biaya produksi hingga menentukan harga yang pantas untuk produk yang kami jual, dari pembukuan itu juga kita bisa menghitung berapa keuntungan pada setiap itemnya
  3. Kerjasama dan Kesepakatan
    Dalam sebuah bisnis atau usaha yang dijalankan pasti kita akan berhubungan dengan pihak ketiga baik itu konsumen biasa, investor, reseller atau agen. Saat bekerjasama jangan dulu menentukan kesapakatan dengan terburu-buru alangkah baiknya jika kita memikirkan pahit-manisnya saat bekerja sama. Dan kami kemarin melakukan kesalahan itu.

    Tanpa berpikir panjang tentang kansekuensi serta tidak adanya pengalaman kami menyepakati perjanjian yang justru merugikan kami secara masive. Diiming-iming keuntungan yang besar kami melupakan konsekuensi. Kemarin kami bekerjasama dengan seoseorang yang dikenal sebagai agen di sebuah pasar, mereka menjual banyak produk termasuk milik kami hanya dia punya sistem jika ingin menjual dengan harga yang kami tawarkan maka mereka minta kebijakan return tapi jika menolak return maka mereka meminta harga miring. Saat itu kami yakin bahwa produk kami memang bagus karena sebelum memasuki pasar produk kami laris hanya saja ruang lingkupnya masih kecil pastinya tidak akan ada return produk dari pada kami harus ambil pilihan yang kedua memberi diskon produk banyak yang jika dipikirkan secara gamblang untuk mengganti biaya produksi pun tak tertutupi belum lagi kami harus menggaji pegawai maka deal lah kesepakatan untuk terima return. Kami termasuk orang yang selalu berprasanga baik pada setiap orang walau sebenarnya banyak yang mengingatkan bahwa dunia pasar itu keras saling sikutnya tapi kami tetap berprasangka baik dan tak menghiraukannya dan waspada pun tidak.

    Namun ternyata pada akhirnya kami mengalami persaingan itu. Pertama banyak produk palsu beredar dengan kualitas rendahan hingga menjatuhan nama kami, kedua faktor kebijakan dan taktik agen yang membebaskan para reseller mengambil barang sebanya-banyaknya dan boleh return sesuka hati tanpa memerhatikan minat pasar terlebih dahulu karena yang mereka pikirkan hanya keuntungan semata meremehkan produsen dengan tenaga dan modalnya dengan seenaknya mereka mengembalikan produk yang rusak atau kelamaan di pasar, dengan kebijakan return yang tidak masuk akal sampai-sampai produk yang bukan milik kami pun masuk return dan harus refund. Inilah yang tak kami pikirkan saat itu yaitu kesepakatan. Disini lah awal mula jatuhnya bisnis kami.
  4. Hawa Nafsu
    Dari ketiga point diatas sebenarnya bisa termanage dengan hawa nafsu. Saat berbisnis waktu itu kami terlalu terobsesi untuk mengembangkan usaha yang besar dengan waktu yang singkat kami pun tergiur dengan mengambil pinjaman bank tapi kami tidak memanfaatkannya dengan baik. Keputusan ini kami ambil saat kami menerima permintaan agen distributor yang sangat tinggi, saat itu kami merasa senang tapi disisi lain kami memiliki keterbatasan biaya produksi.

    Tanpa berpikir panjang akhirnya kami mengambil pinjaman tersebut tapi setelah mendapat pinjaman kami tidak memikirkan bagai mana memanage keuangan, kami tidak mengategorikan pembelanjaan hingga modal sulit berkembang dan berputar. Kami secara besar-besaran membelanjakan uang pinjaman untuk membeli peralatan produksi karena minat pasar yang semakin meningkat padahal jelas-jelas belanja peralatan itu adalah modal mati sedangan untuk bahan baku modal yang berputar kami malah mendapatnya dengan kredit pada pemasok bahan. Kesalahan yang fatal. Kami juga khilaf dengan kesepakatan bersama sang agen tentang kebijakan return. Kami bergadang beberapa malam hanya untuk memenuhi pesanan mempekerjakan dua kali lipat pegawai hingga menghasilkan beribu package brownies brand kami tapi kemalangan itu terjadi. Setelah beberapa hari produk dikirim tiba-tiba sang agen menelpon kami untuk mengambil barang yang akan di return kami menyangka barang yang kami terima tidak banyak tapi setelah kami datang ternyata hampir seluruh produk yang kami produksi masuk barang return. Kami jatuh bertubi-tubi saat itu. Para pegawai kami yang baik-baik pun turut berduka dan kecewa melihat apa yang mereka kerjakan beberapa malam hancur layaknya sampah yang ditumpuk dalam karung yang sangat besar hampir 2000 pieces brownies.
Hanya ini yang tersisa dari bisnis kami
Tahun 2010-2011 menjalani bisnis inilah empat point dengan sisipan kisah kami tersebut adalah pelajaran yang sangat berharga. Kami pernah mengalami terlilit hutang ke bank dan toko dengan berat hati pula kami menjual seluruh peralatan produksi kami, yang dihargai sebagai barang bekas rongsokan. Selama tiga tahun kami baru bisa bebas dari lilitan hutang masih untung saat itu kami tidak ambil kredit mobil untuk modal akomodasi. Kami masih bersyukur karena kami punya iman dan keyakina pada Alloh. Alhamdulillah kami mampu bangkit dan tentunya dengan kejadian ini kami semakin mendekatkan diri dengan Alloh.

Memang tidak mudah menjalani bisnis perlu tekad dan mental yang kuat serta semangat agar terus maju. Untuk kembali bangkit dalam tiga tahun itu pun sebenarnya bukan hal yang mudah. Suamiku kebingungan untuk memulai usaha dari mana, karena sejak menggeluti bisnis ini dia langsung resign dari pekerjaannya sedangkan kami dilanda krisis anak kami masih kecil dan saya pun sedang kuliah selain untuk menutup kebutuhan pokok keluarga, kami pun harus mencicil hutang ke bank yang cicilannya tidak sedikit serta membayar hutang ke toko-toko pemasok bahan baku kami.

Untuk saat ini kami belum membuka kembali bisnis, selain masih mencari bidang yang pas kami juga belum punya modal yang cukup sebagai ancang-ancang agar terhindar dari situasi kemarin. Tapi kami tetap gemar berjualan meski pun barang yang kami jual bukan produksi kami sendiri tapi lumayan lah bisa produktif dan nilai plusnya adalah keuntungan :D

Ngomong-ngomong tentang bisnis ternyata di tahun 2016 berbisnis itu semakin mudah saja loh, berawal dari mimpi serta keinginan untuk mewujudkan penduduk Indonesia yang mandiri kaula muda anak bangsa ini yang kreatif menciptakan sebuah aplikasi bisnis pertama di Indonesia yang menjual lebih dari 2 Juta produk didalamnya hanya bermodalkan Handphone Android dan Aplikasi saja. KUDO adalah acronim dari Kios Untuk Dagang Online, aplikasi ini 100% karya anak Indonesia mengajak kita untuk mempunyai bisnis sendiri. Penasaran? Yuk simak ini dulu :D

Apa Itu KUDO

pict by raisahakim

Seperti yang saya singgung dari awal KUDO adalah Kios Untuk Dagang Online. KUDO memfasilitasi layanan belanja untuk memudahkan dalam berbisnis maupun berbelanja. Dan memberi kesempatan kepada siapa pun untuk jadi pengusaha. Seperti memiliki TOSERBA sendiri dalam aplikasi ini kita disuguhi beragam produk fashion, elektronik, gadget, kebutuhan rumah tangga, makanan dari berbagai brand. Selain itu kita juga bisa berbisnis pulsa, atau menerima layanan pembayaran tagihan multifinance, pembelian berbagai macam voucher pun tersedia jadi tunggu apa lagi #YukjadiPengusaha bersama KUDO!

Mengapa Berbisnis Dengan KUDO 

  1. Memberi kemudahan
    Kudo ini memberi kemudahan bukan hanya untuk orang lain tetapi juga untuk sendiri. Mengapa? Karena saya juga merasakan manfaat itu hal kecilnya saja saya merasa dimudahkan saat bertransaksi pembelian pulsa, membayar tagihan, atau beli token listrik. Sebelum bergabung bersama KUDO saya sering mengalami listrik yang mati karena lupa beli akhirnya semalaman gelap-gelapan pagi-pagi mau cari pun susah karena kebanyakan toko buka pada jam 9 Pagi sementara aktifitas masih harus berjalan kan belum lagi jika harus telpon sesuatu yang urgent tapi pulsa habis, cukup repot kan?
  2. Aman dan Minim Resiko
    Berbisnis dengan KUDO dijamin AMAN. Karena suplier-suplier yang ada dalamaplikasi telah disurvei oleh KUDO dan kalau pun ada keterlambatan penerimaan barang kita sebagai agen tidakperlu khawatir karena ada customer service KUDO yang siap sedia melayani dan uang yang kita belanjakan bisa kembali loh jika transaksi tidak diproses pihak terkait.
  3. Gak Ribet
    Jualan pake KUDO kita sebagai agen ga pernah dibikin ribet, setelah transaksi packaging dan pengiriman dikerjakan pihak ketiga sebagai suplier dan pelanggan hanya menunggu estimasi pengiriman satu minggu barang langsung sampai. Selain itu kita juga tidak ribet harus bikin pembukuan karena semua rekam transaksi dicatat oleh KUDO dan kita bisa ngecek langsung kapan pun bahkan rekam pelanggan pun dicatat loh dalam fitur pelangganku.
  4. Banyak Untung
    Point satu sampai point tiga sebenarnya adalah keuntungan besar sebagai agen KUDO tapi selain point-point tersebut keuntungan lain pun ternyata banyak. Sebagai agen kita bisa dapat potongan harga khusus dapat komisi bahkan bisa dapat voucher belanja juga. Terus kalau kita ajak teman atau siapa pun untuk gabung bisnis di KUDO ada bonus juga. Jadi mikirin apa lagi coba? Buruan install aplikasi KUDO dan jalankan usahanya :)

Yuk Jadi Pengusaha KUDO

Berikut ini langkah-langkah mudah untuk menjadi pengusaha KUDO

 Untuk jadi pengusaha di KUDO sangatlah mudah
  1. Install aplikasi KUDO
  2. Buka aplikasi dan registrasi dengan memasukan nomber telepon atau email
  3. Lengkapi form biodata di aplikasi jangan lupa photo KTP dulu ya
  4. Mintalah Kode Refferal biar bisa dapat bonus voucher sebesar 50.000
  5. Setelah resmi jadi Agen KUDO isi deposit minimal 10.000 dan langsung deh kamu bisa menjalankan usahanya :)
Tak perlu modal besar untuk jadi pengusaha KUDO, karena semua bisa jadi pengusaha kita tidak dibebani biaya ini dan itu dan jika mengingat kembali pengalaman ku tentang berbisnis kalau mau cari aman kita mending belajar bersama KUDO. Saya tidak takut lagi untuk jadi pengusaha bermodalkan tekad dan semangat InyaAlloh sukses dan ingat point terakhir saya yaitu tentang Hawa Nafsu, jaga juga hawa nafsu kita untuk tidak banyak berbelanja yuk jadi penjual. Seperti semangat kaula muda pencetus KUDO yuk sebarkan terus semangat pada pemuda-pemudi lain jangan kalah sama mereka #YukJadiPengusaha :)



Saat memulai bisnis banyak yang harus dipersiapkan dengan matang apalagi jika belum mempunyai pengalaman maka observasi adalah kewajiban dalam membangun usaha. Point-point yang saya sebutkan tadi hanyalah sebagian kecil dari jatuh bangun dunia bisnis. Semakin minim resiko maka makin baik, siapa juga yang ingin mengalami kerugian besar hingga terlilit hutang? Dan KUDO memberikan semua kemudahan itu dalam sebuah aplikasi. Management keuangan, pembukuan, kesepakatan semua sudah KUDO siapkan tinggal bagaimana kita mengendalikan Hawa Nafsu agar tidak tergiur dengan 2 juta produk yang disediakan KUDO. Sebenarnya walau pun kita hanya ingin berbelanja jika itu belanjanya di KUDO kita masih dapatkan keuntungan, mana ada sih belanja produk tapi masih dapat komisi? Hanya ada di KUDO saja. Pilihan itu ada ditangan kita, mantapkan hati untuk berbisnis. Mau jadi pengusaha atau mau belanja? Hahahaha #YukJadiPengusaha

9 comments

  1. Panjang buuu , moga sukses deh yuk ah jadi pengusaha

    ReplyDelete
  2. Setuju! Semua bisa jadi pengusaha ya Maaak. Ntar mau cobain kudo ah..

    ReplyDelete
  3. Fase yang mau gakmaubharus dilalui oleh mrk yg mendeklarasikan dirinya pengusaha adalah Jatuh.

    Pertanyaannya adalah seberapa kuat kita bangkit pasca jatuh?

    #YukJadiPengusaha *Chayooo!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kang, disini juga banyak pembelajaran khususnya fase untuk membengun mental yang lebih kuat. Duh kalau inget moment ini pengen nangis tapi Alhamdulillah bisa kuat. Yakin pada Alloh yang tak akan membebani umatnya sesuai dg kemampuannya. Insya Alloh harus bangkit #YukJadiPengusaha

      Delete
  4. pengalamannya sangat menginspirasi sekali.. bisa jadi bahan pembelajaran buat kedepannya. semangat bisnis mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, Alhamdulillah jika ini bisa menginspirasi :)

      Delete
  5. Saya sudah coba, dan emang bermanfaat banget aplikasi Kudo ini, belanja online bayarnya offline. Btw jangan lupa mampir k blog saya ya :-)

    ReplyDelete

Silakan berikan tanggapan ataupun komentar. Jika komen terdeteksi Spam akan kami hapus.

Powered by Blogger.