recent

Faktor Yang Melanda Para Ibu Menjadi Kurang Bahagia

Photo keluarga raisahakim.com
Hai dear, mau curhat nih apakah diantara mamah muda sekalian pernah mengalami kejenuhan dan merasa kurang bahagia setelah menikah dan menjadi seorang ibu? Jujur saya pernah mengalami perasaan itu di awal-awal pernikahan saya dan setelah dipikir panjang dalam keadaan tenang saat ini ternyata hal itu sangat memalukan sekali walau pada saat itu saya merasa bahwa pendapat saya adalah yang paling benar bahwa saya sedang berada di situasi terkurung dengan aktifitas rumahtangga, ya namanya juga belum berpegalaman kegiatan yang itu-itu saja memang membuat saya benar-benar jenuh kadang tiba-tiba saya menangis sendiri... Dunia seakan-akan berubah, perasaan baru kemarin deh masalah terberat saya hanya tugas kuliah yang ga ada hentinya kok kegiatan itu sekarang justru yang dirindukan... Uh ada apa ya dengan saya waktu itu seperti tidak bahagia dengan jalan yang saya pilih. Hehe
Alhamdulillah fase-fase itu sekarang sudah tidak ada loh, asli. Mungkin faktor bertambahnya usia juga mempengaruhi sikap saya dan tentunya cara lain yang membuat saya berhasil dari fase tersebut adalah belajar dan banyak berkonsultasi.
Gambar dari kikibarkiah
Saya tidak pintar dalam urusan hal ini tapi saya benar-benar belajar banyak dari Teh Kiki Barkiah Seorang ibu dari Lima anak, beliau lulusan dari ITB dan kini fokus dengan Homeschooling untuk anak-anaknya. Buku terbaru karyanya berjudul "Lima Guru Kecilku" .
Apa pun yang teh Kiki Barkiah posting di sosial media memang selalu bermanfaat dan waktu itu saya membaca postingannya tentang Beberapa Faktor Penyebab Para Ibu Sering Merasa Kurang Bahagia dan rasa penasaran itu hadir untuk membaca dengan seksama karena saya sempat berada di posisi itu.

Gambar dari kikibarkiah.wordpress.com

Saya merasa bahwa Alloh sangat menyayangi saya dan dipertemukanlah saya dengan tulisan yang membuat saya berpikir dan berinstrospeksi. Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas itu. Sebenarnya tak banyak sebab yang membuat saya menjadi kurang bahagia hanya dua faktor saja yaitu KURANG SYUKUR dan KURANG SABAR, Astagfirulloh sejak saat itu saya tak mau lagi menyia-nyiakan apa yang telah saya miliki sebelum semuanya diambil kembali oleh Sang Penguasa. Jika penasaran juga inilah yang saya dapat dari teh Kiki dan yang dipaparkannya saat itu, cukup singkat tapi sangat bermakna. Beliau mengatakan bahwa;

Beberapa Faktor Penyebab Para Ibu Sering Merasa Kurang Bahagia adalah:



K- Kontraknya salah alamat, bukan kontrak dengan Alloh
U- Usahanya kurang ilmu
R- Ruhiyah kering kerontang
A- Allah jarang di minta bantuan
N- Negatif mulu prasangkanya
G- Gangguan datang sedikit langsung nyerah

S- Sangat sibuk urusan dunia
Y- Yang ada gak disyukuri, yang gak ada di cari-cari
U- Uang indikator bahagia
K- Kepengen kayak orang lain
U- Urusan keluarga terbengkalai
R- Rakus pengen sukses semua sekarang juga

K- Komunikasinya mandeg
U- Ungkapan hati diabaikan suami
R- Repotnya dimakan sendiri
A- Anggarannya dirasa kurang mulu
N- Ngutangnya gak bisa ditahan-tahan
G- Gak dikasih ruang menyalurkan potensiya

S- Suami kurang membantu
A- Anak-anak jauh dari harapan
B- Bosan, jenuh, gak ada cita-cita hidup
A- Aktualisasi diri kurang
R- Rekreasinya kurang

“ Sungguh sangat mengherankan urusannya orang yang beriman dimana semua urusannya adalah baik dan yang demikian itu tidak didapati kecuali oleh orang yang beriman. Kalau dia mendapatkan kesenangan dia bersyukur maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya dan kalau dia ditimpa mudharat mereka bersabar maka itu merupakan satu kebaikan baginya”
(Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Yang paling penting dari apa yang disebutkan Teh Kiki yang dapat tarik kesimpulannya oleh saya adalah KURANG SYUKUR dan KURANG SABAR saya mulai belajar memperbaiki apa yang dipaparkan diatas mulai dari memperbaiki diri dan ilmu lain yang saya tanamkan saat ini adalah Self Healing karena sebanyak apa pun saya berharap pada manusia hasilnya tidak akan pernah memuaskan jika kurangnya SYUKUR dan SABAR.

Semoga Bermanfaat ya dear, so mulai lah hidup yang BAHAGIA mulai dari diri sendiri dan saya kini menemukan caranya. ALHAMDULILLAH SAYA BAHAGIA :)

No comments

Silakan berikan tanggapan ataupun komentar. Jika komen terdeteksi Spam akan kami hapus.

Powered by Blogger.