recent

Hukum Pesta Pernikahan (al-Urs)

Tiap-tiap umat mempunyai tradisi-tradisi, akhlak dan kebiasaan tanpa melihat sisi baik dan buruknya. Secara umum, maka umat-umat itu konsisten dan taklid (mengekor) pada adat-adat yang diwariskan dari generasi ke generasi atau dia mengadopsi dari tradisi umat lain, lalu berpegang teguh dengannya dan menjaganya serta mereka memandang sebagai warisan nenek moyang.

Dan kenyataan ini, tidak dianggap asing oleh semua ummat kecuali oleh umat Islam akan dianggap sangat aneh dan mengherankan. Bahkan mereka mengingkari dan membencinya. Karena mereka adalah umat yang beragama Islam dan syari'atnya itu kekal dan merupakan warisan. Apakah pantas Islam itu diturunkan kedudukannya sehingga sama dengan umat-umat lain yang kehidupan mereka tercampuri dengan berbagai macam kotoran.

Sungguh telah menyebar musibah taklid kepada orang-orang kafir di kalangan kaum muslimin, yang menyebabkan kerugian dan penyesalan, lebih-lebih dalam masalah perkawinan/ pengantin. Tidak menganggap resepsi pengantin selain untuk membebaskan perkara yang haram dan mengerjakan dosa-dosa besar, seperti minum khomr, menari, bercampurnya laki-laki dan perempuan, yang tidak syar'i, sehingga jadilah pesta perkawinan yang Islami dan sesuai syar'i terlupakan.

Oleh karena itu disini kami ingin untuk mengingatkan kaum muslimin tentang perkawinan yang sesuai syar'i dan sunnah Rasulullah Saw. Agar perkawinan tersebut menjadi ketaatan pada Allah Swt dan menjadi sebab untuk mendapat ridho Allah dan taufik-Nya.

Sungguh telah disyariatkan pesta perkawinan itu untuk mengumumkan pernikahan damenyebarkannya agar diketahui oleh orang-orang bahwa fulan sekarang telah menikah sehingga hilanglah kecurigaan dan keraguan.

Dan telah shahih di dalam hadits bahwa Rasulullah Sawmemerintahkan untuk mengumumkan dan menyebarkan pernikahan di kalangan manusia. Berdasarkan hadits yang shahih tentang hal diatas, pengumuman nikah akan sempurna dengan tiga hal :

Walimah, yamengundang orang-orang untuk makan-makan yaitu dengan memasak makanan dan mengundang manusia untuk makan-makan. Yang utama adalah dengan kambing. Dan telah shahih dalam beberapa hadits bahwa Rasulullah Sawmengadakan walimah ketika menikah dengan Shafiyah radhiallahu 'anha dengan gandum dan kurma, dan ketika menikahi Zaenab bintu Jahsy radhiallahu 'anha dengan seekor kambing. Dan ketika seorang shahabat memberi tahu bahwa dirinya telah menikah Rasulullah Sawmengatakan : "Adakan pesta perkawinan meskipun dengan seekor kambing".

Nyanyian. Dan disunnahkan adanya nyanyian dalam perkawinan, tetapi nyanyian yang bagaimana ? Yaitu berupa syair-syair, dan ucapan-ucapan tidak porno dan tidak dinyanyikan oleh orang-orang gila, seperti yang dikenal sekarang ini dengan biduan dan biduanita yang menyanyikan lagu-lagu porno dan rendahan. Dan juga nyanyian itu tidak diiringi oleh alat-alat musik yang haram, seperti piano, gitar, dan lain-lain tetapi diiringi dengan pukulan Duf/ rebana.

Duf/rebana, karena memukul rebana akan menarik perhatian dan mengenalkan pernikahan. Rasulullah Saw mengizinkan untuk memukul duf atau rebana pada waktu pesta perkawinan dan hari raya.

Kesimpulannya : wajib bagi kaum muslimin untuk kembali pada hukum-hukum syari'at yang mulia dalam pesta perkawinan sehingga terlaksanalah pernikahan yang Islamy yang tidak ada maksiat padanya. Ini tidak sulit bagi kaum muslimin karena mereka memiliki banyak para penyair yang bisa menyusun bait-bait syair yang bagus untuk dinyanyikan pada waktu pesta perkawinan. Di umat ini banyak orang-orang yang membuat syair-syair dan lagu-lagu bagi perempuan. Juga yang bisa membuat irama-irama yang bermacam-macam yang bisa diiringi dengan duf atau semisalnya. Jadi tidak sulit bagi kita mengadakan pesta perkawinan yang mencocoki hukum syari'at. Dengan demikian akan hilanglah musibah yang besar, penyakit yang berbahaya yang tersebar di negeri-negeri kaum muslimin. Sampai didapati sebagian muslimin melebihi orang-orang barat dalam kerusakan pesta pernikahan mereka. Terlebih lagi yang terjadi di hotel dan tempat-tempat hiburan.

Hikmah mengumumkan pernikahan adalah mempopulerkan di kalangan manusia untuk mencegah kecurigaan/keraguan terhadap pasangan suami isteri tersebut. Juga untuk menampakkan nikmat Allah pada manusia dengan dihalalkannya yang haram dan diharamkannya yang halal disebabkan ikatan pernikahan tersebut. Sudah maklum bahwa ikatan perkawinan itu menghalalkan isteri bagi suami dan mengharamkan bagi suami ibu mertuanya dan bagi isteri bapak mertuanya.

Wallahu a'lam

3 comments

  1. saya ingin bertanya seorang suami mengatakan kata cerai pada saat emosi, hukumnya itu gimana?

    ReplyDelete
  2. setuju. Tp cr pmain rebana yg bagus susah euy... Ada yg tau?

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikumwarohmatullahiwabarokaatuhu.., terimakasih banyak tambahan ilmunya Ukhty Raisah. Jazakilah khairan katsiira.

    @Baim Stiper: Ada tiga hal yang candanya dianggap serius, perceraian, pernikahan, (satunya lupa). Jadi entah itu canda ataupun emosi, kalau kata" cerai udh keluar itu tetap dihukumi cerai. Wallahu a'alam.

    Wassalamu'alaikumwarohmatullah
    Ida Raihan

    ReplyDelete

Silakan berikan tanggapan ataupun komentar. Jika komen terdeteksi Spam akan kami hapus.

Powered by Blogger.