recent

FAQ Seputar Pinangan

Berikut tanya jawab seputar pinangan, tunangan, khitbah dan yang berhubungan dengan tiga kriteria di atas.

T : Apakah boleh seseorang melakukan kawin lari ketika ditolak oleh keluarga gadis?


J : Hukumnya tidak boleh, karena hal ini akan menghilangkan kemuliaan dan menyelisihi hukum-hukum syariat.



T : Apabila seorang wanita lari bersama laki-laki dari keluarganya dengan paksa apakah boleh dibunuh oleh keluarganya ?

J : Tidak boleh, karena keharaman perbuatanya tidak menjadikan dia berhak untuk dibunuh, bahkan kita harus menasehatinya, agar mereka memperbaiki keadaannya secepatnya.

T : Membawa lari gadis untuk dikawin paksa haram hukumnya ! Lalu apa yang yang harus dilakukan pemuda-pemudi yang sangat ingin menikah jika keluarganya tidak setuju ?


J : Jika dimungkinkan diupayakan kedua orang ini mengajukan perkaranya pada hakim, untuk mempertimbangkan kedudukan wali. Jika keadaan wali itu benar, maka dia kuatkan. Jika tidak benar, mhakim itu yang menikahkannya dengan hukum wali (penguasa semuanya).



T : Jika seorang pemuda kagum pada gadis, maka bolehkah dia mengabarkan padanya, dengan berkata padanya : 'Aku kagum padamu, aku cinta padamu, dan aku ingin melamarmu ?

J : Ya, boleh baginya dan boleh mengucapkan hal yang seperti itu.

T : Kebiasaan yang ada seorang laki-laki yang mendahului mengkhitbah wanita, apa boleh wanita meminang duluan atau dia menawarkan diri untuk dinikahi ?


J : Ya, boleh hal itu baginya, akan tetapi hendaknya dia mewakilkan kepada walinya dari salah seorang keluarganya.



T : Apakah boleh orang yang meminang atau yang dipinang membatalkan pinangannya ?

J : Ya, boleh bagi keduanya, selama ikatan pernikahannya belum sempurna, kecuali jika yang meminang didasari hawa nafsu, meminang lalu meninggalkan. Dan jika dia bermaksud main-main dengan si gadis, maka dia berdosa dan hilang kemuliaannya.

T : Bagaimana hukum memakai cincin perkawinan ?


J : Memakai cincin perkawinan sebagai tanda perkawinan atau dia telah kawin ini adalah adat yang berlangsung pada manusia, kaum muslimin tidak mengenal sebelumnya. Tetapi diperbolehkan bagi perempuan baik dari emas atau perak dengan niat untuk perhiasan. Adapun laki-laki tidak boleh mamakai cincin emas secara mutlak. Dan diperbolehkan jika dari perak, tapi meninggalkannya lebih utama.


No comments

Silakan berikan tanggapan ataupun komentar. Jika komen terdeteksi Spam akan kami hapus.

Powered by Blogger.