recent

Hukum Pernikahan

An-Nikaah hukumnya dianjurkan, karena nikah itu termasuk sunnah Nabi Saw sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwasanya telah berkata Anas bin Malik r.a : Telah datang tiga orang ke rumah isteri-isteri Nabi Saw. Mereka bertanya tentang ibadahnya, maka tatkala telah diberitahu, maka seakan-akan memerasa amalnya sangat sedikit, lalu mereka berkata : "Dimana kita dibanding Rasulullah Saw, sungguh Allah Swt telah mengampuni dosa beliau yang telah lalu dan yang akan datang". Maka berkata seseorang di antara mereka, "Adapun saya, maka saya akan sholat malam selamanya", dan berkata seorang lagi, "Aku akan berpuasa sepanjang masa", dan yang lainnya,"Aku akan meninggalkan wanita, tidak akan menikah". Lalu datang Nabi Saw, kemudian beliau berkata :

["Kaliankah yang telah berkata begini dan begitu ? Demi Allah, sungguh aku adalah orang yang paling takut dan paling taqwa dari kalian, akan tetapi aku shalat dan aku tidur, aku puasa dan aku berbuka, dan aku menikahi wanita. Maka barang siapa yang membenci pada sunnahku, maka dia tidak termasuk golonganku"]



Makna dari "barang siapa yang membenci sunnahku" adalah barangsiapa berpaling dari jalanku dan menyelisihi apa yang aku kerjakan, sedang makna "bukan dari golonganku" yakni bukan dari golongan yang lurus dan yang mudah, sebab dia memaksakan dirinya dengan apa yang tidak diperintahkan dan membebani dirinya dengan sesuatu yang berat. Jadi, maksudnya adalah barang siapa yang menyelisihi petunjuk dan jalannya Rasulullah Saw, dan berpendapat apa yang dia kerjakan dari ibadah itu lebih baik dari apa yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw. Sehingga makna dari ucapan "bukan dari golonganku" adalah bukan termasuk orang Islam, karena keyakinannya tersebut menyebabkan kekufuran.

Hukum nikah ini sunnah untuk orang yang bisa menahan tabi'at biologis dan tidak khawatir terjerumus ke dalam zina jika dia tidak menikah, dan dia telah mampu untuk memenuhi nafkah dan tanggung jawab keluarga.

Adapun orang yang takut akan dirinya terjerumus ke dalam zina, jika dia tidak nikah, atau orang yang tidak mampu meninggalkan zina kecuali dengan nikah, maka nikah itu wajib atasnya. Dan untuk masalah nikah secara panjang lebar dibahas dalam kitab-kitab Fiqh.

2 comments

  1. bagus blognya baru yach.... jadi mau tuh... salam persahabatan dari http://opiksajadeh.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Setiap helaian dan setiap kata punya makna dan signifikannya kerana saya merasakan tulisan ini terbit dari hati dan jiwa yang murni. Ibarat menulis diari. Tulisan yang terbit dari hati. Keikhlasan menulis itu akan dapat dirasai oleh orang yang membacanya. Dari hati turun ke hati.

    Saya kira 'pelaburan' yang anda lakuka untuk membaca blog ini tidak akan sia-si. Pelaburan itu pasti berbaloi malah akan mengobarkan semangat untuk melangkah berjuang menegakkan syariat Allah dalam diri.

    ReplyDelete

Silakan berikan tanggapan ataupun komentar. Jika komen terdeteksi Spam akan kami hapus.

Powered by Blogger.